Cerita ini tentang Rose dan Daisy. Bukan, bukan nama bunga. Mereka ini 2 orang manusia yang sudah kuubah namanya, kata mereka biar tidak malu. Dulu, sudah pernah ada bab pembukaan tentang cerita ini, beberapa tahun lalu. Lama memang, yang artinya, sudah lama juga aku tidak memikirkannya. Yups, menulis karena patah hati, lucu bukan? “Berarti sekarang lagi patah hati lagi? ” hmm. Uda yuk mulai ceritanya.
Dilihat dari nama, harusnya “Rose” punya pribadi yang kuat. Tapi tidak untuk Rose yang satu ini. Penakut, mudah menyerah, mudah kawatir, tidak percaya diri, pemalu, dan sifat-sifat pesimis lainnya. “Hey jangan diborong semua lemahnya”, Daisy mengajaknya becanda. Rose memang tidak sepenuhnya pemalu. Orang yang tidak mengenal Rose sepenuhnya, pasti akan berpikir “Wehee hebat yaa, kerjanya sesuai passion”, “keren ya berani ambil resiko”, “kok enak ya keliling terus”, dan kata-kata pujian lainnya yang tak pernah dilontarkan orang-orang untuk Daisy.
Orang-orang katamu? Tau apa mereka. Sampai disini dulu, lanjut besok
Hi everyone, I’m writing this for sharing how to get the visa and what to do after arriving at lovely Australia. Wotchaaaa, let’s scroll down 👇 😁
Wait, I should introduce my self rigth. I’m from a country right above OZ, yups exactly Indonesia. Some of friends wonder how I could end up here. Well, first I book the flight, then I went to airport to take off a month later, finally puuutf, I’m here!!!
*kidding 😁. Let me continue next time, I need go to work, see youuu
I want to
Yell at you.
I want to
Curse you.
I want to
Hit your chest
Until it hurts
As much as mine.
But you
Don’t deserve
Even that.
You deserve
Nothing
From me.
It’s not what you say out of your mouth that determines your life, it’s what you whisper to yourself that has the most power.
Robert T. Kiosaki (via onlinecounsellingcollege)